4 Pertanyaan Wawancara untuk Temukan Karyawan Hebat


1. Ceritakan tentang terakhir kali pelanggan atau rekan kerja marah pada Anda
Lihat apakah si calon kandidat cenderung menyalahkan orang lain dan melempar tanggung jawab dari dirinya? Apa yang ingin Anda dengar adalah kandidat yang bertanggung jawab atas konflik dan berusaha memperbaiki situasi. Tujuan pertanyaan ini bukanlah untuk memperlihatkan mereka penyebab masalahnya, tetapi mengetahui apakah tindakan mereka memperlihatkan bahwa mereka mendapatkan pelajaran dari situasi tersebut dan apakah mereka bisa memperbaikinya.


2. Ceritakan tentang keputusan terberat yang harus Anda ambil dalam 6 bulan terakhir
Jika Anda tidak mendapatkan jawaban, hal itu bisa menjadi sebuah peringatan. Respon lain yang lebih positif akan memperlihatkan bagaimana si kandidat membuat keputusan analitis yang sulit berdasarkan logikanya atau mungkin juga keputusan interpersonal yang rumit. Jawaban yang baik adalah kombinasi keduanya.


3. Ceritakan ketika kamu tahu bahwa kamu benar, tetapi masih harus mengikuti arah atau pedoman yang ada
Kandidat yang baik akan melakukan apa yang harus dilakukannya, memenuhi deadline dalam kondisi apa pun, lalu baru mengangkat masalah pada waktu dan tempat yang lain yang tepat, dengan tujuan memperbaiki keadaan. Setelah mereka melakukan ini dan tetap termotivasi, dan masih membantu memotivasi rekan kerja mereka, maka mereka layak masuk ke seleksi selanjutnya.


4. Ceritakan terakhir kali ketika pekerjaan Anda belum selesai tetapi waktu kerja telah berakhir
Dalam tahap ini Anda akan mengevaluasi komitmen, prioritas dan kemampuan berkomunikasi. Perhatikan jawaban kandidat seperti, “Saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan dan berhenti pada saatnya, saya akan bilang ke bos kalau saya bisa kerjakan sebatas itu tetapi dia tidak mau dengar.”

Jawaban yang Anda harapkan mungkin seperti alasan mereka pulang terlambat karena ada pekerjaan penting yang belum diselesaikan, memprioritaskan deadline di atas segalanya, sehingga tidak ada yang tertinggal. Yang paling penting adalah komunikasi dari awal bahwa deadline sangat penting dan harus diprioritaskan. Yang mengejutkan, ada sedikit karyawan yang berani memberitahu manajer mereka bahwa mereka akan telat memenuhi deadline.


Haden menyimpulkan, “karyawan yang hebat akan selalu bersinar selama wawancara berdasarkan kenyataan yang dialaminya.”

Tentang penulis

Deazly Pramdhita

Dia familiar dipanggil Pram. Merupakan seorang HR Consultant yang profesional. Di GLC dia menangani recruitment untuk eksekutif level khususnya di industri FMCG, Pharmaceutical, Horeca dan Retail. Seorang yang ramah dan humoris ini memiliki pengalaman di HR, Recruitment Process, Training Design dan Implementasinya.

comments powered by Disqus